Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kodim 1701/Jayapura Dukung TIMPORA Dalam Pengawasan Orang Asing
Jayapura – Dalam upaya memperkuat sinergi antar instansi
dalam pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah
perbatasan, Kodim 1701/Jayapura turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Tim
Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kota Jayapura Tahun 2025, yang digelar di
Ballroom Hotel Swiss Belxpress, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, pada
Rabu (12/11/2025).
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I
Jayapura, Sutejo, S.Sos., diikuti 30 peserta dari berbagai instansi terkait.
Hadir mewakili Dandim 1701/Jayapura, Kasdim 1701/Jayapura, Letkol Arm Mustafa
Lara, S.T., M.IP., bersama unsur Forkopimda dan lembaga lintas sektor, antara
lain Korwil Binda Kota Jayapura Edi Susanto, S.S., Kepala Kesbangpol Kota
Jayapura Reymondus Mote, perwakilan Polresta Jayapura Kota Kompol Dewa Ditya,
Dankal Kalakay Satrol Koarmada X Kapten Laut (P) Erwin Sidarta, Satgas Bais
Letda Inf Yayan, serta perwakilan dari BNPP-PLBN Skouw, BNN Provinsi Papua,
Konsulat PNG, dan instansi pelabuhan serta perhubungan.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Jayapura Sutejo
menegaskan bahwa pengawasan terhadap orang asing merupakan fungsi strategis
negara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, terlebih mengingat
posisi geografis Kota Jayapura yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
“Pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing
harus dilakukan secara terpadu, terarah, dan berkesinambungan. Sinergitas antar
instansi menjadi kunci dalam mendeteksi secara dini potensi pelanggaran hukum
maupun aktivitas yang dapat mengganggu stabilitas keamanan,” ujar Sutejo.
Ia berharap kegiatan TIMPORA dapat menjadi momentum untuk
memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor, sekaligus menyamakan
langkah dalam pengawasan agar lebih cepat, tepat, dan menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan
Imigrasi Jayapura, Airlangga Dwi Saputra, dalam pemaparannya menjelaskan tugas
dan fungsi TIMPORA, termasuk koordinasi dan pertukaran informasi, analisis data
orang asing, serta langkah-langkah penanganan pelanggaran keimigrasian. Ia juga
menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti luasnya wilayah kerja, keterbatasan
sumber daya manusia, dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hukum
keimigrasian.
“Kita harus mengoptimalkan pertukaran informasi, meniadakan
ego sektoral, dan memperkuat kerja sama lintas instansi agar pengawasan orang
asing semakin efektif,” tegas Airlangga.
Senada dengan itu, Kepala Kesbangpol Kota Jayapura,
Reymondus Mote, menambahkan bahwa mobilitas warga negara asing yang tinggi,
baik dalam aktivitas ekonomi maupun sosial di wilayah perbatasan, memerlukan
peningkatan koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Jayapura merupakan pintu gerbang utama perlintasan antar
negara di Tanah Papua. Pengawasan terhadap aktivitas warga asing, termasuk lembaga-lembaga
asing, harus dilakukan dengan ketat untuk mencegah potensi gangguan terhadap
keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasdim 1701/Jayapura, Letkol Arm
Mustafa Lara, S.T., M.IP., menyampaikan komitmen Kodim 1701/Jayapura untuk
mendukung pengawasan terhadap orang asing sebagai bagian dari upaya menjaga
kedaulatan wilayah dan stabilitas keamanan di daerah perbatasan.
“TNI senantiasa memperkuat penjagaan di sepanjang garis
batas negara. Namun, pengawasan terhadap orang asing juga perlu dilakukan
secara bijak, tidak hanya berorientasi pada kecurigaan, tetapi juga
mempertimbangkan aspek pembangunan dan pengembangan pariwisata di Papua,”
ungkapnya.
Kasdim juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan
humanis agar pengawasan keimigrasian tidak menghambat potensi positif dari
keberadaan warga asing, khususnya di sektor ekonomi dan budaya.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan patroli gabungan TIMPORA
ke sejumlah hotel di Kota Jayapura, antara lain Hotel MaxOne, Swiss-Bel, dan Fox
Hotel. Berdasarkan hasil patroli, tidak ditemukan pelanggaran menonjol. Namun,
seluruh peserta sepakat untuk terus memperkuat komitmen dan sinergi lintas
sektor dalam pengawasan terhadap orang asing di wilayah Kota Jayapura.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan
terhadap potensi pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana lintas negara,
sekaligus memperkuat kolaborasi antar instansi dalam menjaga keamanan dan
ketertiban di wilayah perbatasan Papua. (Redaksi Papua)

Komentar
Posting Komentar