Kasdim 1701/Jayapura Dampingi Wakil Wali Kota Bahas Penyelesaian Lahan Kawasan Youtefa
Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura bersama unsur TNI-Polri
menggelar pembahasan langsung di lapangan terkait persoalan lahan di kawasan
Jalan Pendekat Jembatan Youtefa, Pos Terpadu Keamanan, dan Pusat Informasi
Pariwisata Kota Jayapura, Senin (22/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jembatan
Youtefa–Holtekamp, Jalan Tobati Baru, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura
Selatan tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan
Saru, MM, dan diikuti 35 peserta dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan,
tokoh adat, serta pihak pemilik tanah.
Dalam kegiatan tersebut, Kasdim 1701/Jayapura Letkol Arm
Mustafa Lara, ST., M.IP., mewakili Dandim 1701/Jayapura, turut hadir sebagai
bentuk dukungan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah.
Turut hadir Kepala BPKAD Kota Jayapura Desi Yanty Wanggai,
Kepala Bagian Hukum Setda Kota Jayapura Hellena Dawir, Kepala Dinas Pariwisata
Kota Jayapura Richard J. Nahumury, Kapak Ops Polresta Jayapura Kota Kompol
Ferdinand E. Numbery, Kasubdit Polda Papua Kompol Akhmad Alfian, Kepala Satpol
PP Kota Jayapura Dionisius Deda, Kepala Suku Besar Tobati Gerson Yulianus,
pemilik tanah Raymond Gan, kuasa hukum Alexander Louw, serta para pimpinan OPD
Kota Jayapura.
Rombongan Wakil Wali Kota tiba di Pos Terpadu Keamanan
Jembatan Merah Youtefa dan membuka secara resmi lanjutan pembahasan
penyelesaian permasalahan lahan yang selama ini menjadi perhatian bersama.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru
menegaskan bahwa seluruh pihak hadir untuk menyelesaikan persoalan lahan
tersebut agar tidak berlarut-larut.
“Kita turun langsung ke lokasi ini agar persoalan batas
tanah bisa diselesaikan secara terbuka dan tuntas. Harapan saya, hari ini kita
bisa mengambil keputusan bersama sehingga tidak ada lagi polemik di kemudian
hari,” ujarnya.
Kasdim 1701/Jayapura Letkol Arm Mustafa Lara menyampaikan
bahwa kawasan Youtefa merupakan wilayah vital dengan aktivitas masyarakat yang
tinggi, sehingga membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
“Kawasan ini sensitif dari aspek lahan, sosial, dan
keamanan. TNI dalam hal ini Kodim 1701/Jayapura siap mendampingi Pemerintah
Kota Jayapura untuk menyelesaikan permasalahan tanah ini sampai tuntas,
sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” katanya.
Sementara itu, Kapak Ops Polresta Jayapura Kota Kompol
Ferdinand E. Numbery menegaskan komitmen Polri dalam mendukung proses
penyelesaian sengketa secara aman dan kondusif.
“Kami berharap pengecekan langsung di lapangan hari ini
dapat menemukan titik temu sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan
tertib dan aman,” ucapnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala Suku Besar Tobati, Gerson
Yulianus. Ia menyatakan siap mengikuti keputusan pemerintah demi kemajuan Kota
Jayapura.
“Masalah seperti ini sering terjadi, namun harus segera
diselesaikan. Saya berterima kasih karena Wakil Wali Kota turun langsung ke
lokasi,” ujarnya.
Pemilik tanah, Raymond Gan, menyatakan kesediaannya
mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya berharap melalui peninjauan langsung batas tanah ini,
persoalan dapat segera diselesaikan,” katanya.
Usai pembahasan di Pos Terpadu, rombongan Wakil Wali Kota
Jayapura melanjutkan peninjauan ke lokasi tanah sengketa, termasuk ke jalur
ring road, guna mengecek langsung batas-batas lahan.
Sebagai hasil akhir, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru
membacakan batas-batas tanah di lokasi tersebut dan memutuskan bahwa akan
dibuatkan berita acara resmi oleh Kepala Bagian Hukum Setda Kota Jayapura untuk
segera ditertibkan sebagai dasar penyelesaian administrasi dan hukum,
pungkasnya. (Redaksi Papua)

Komentar
Posting Komentar